Jalan Hati Manusia
Dunia
Ketika keyakinan pada para dewa kuno memudar, penduduk lantai dua pun mulai menghadapi dunia apa adanya. Kondisi yang keras—panas terik, air yang langka—secara alami mengarahkan perhatian mereka ke dalam diri, menuju pertanyaan-pertanyaan tentang bagaimana seharusnya seseorang hidup. Seiring waktu, pertanyaan-pertanyaan itu mengkristal menjadi filsafat, dan filsafat menjadi sesuatu yang lebih dihormati daripada doa atau mantra apa pun. Munculnya para filsuf, yang bahkan lebih dihormati daripada para pendeta di lantai dua, bukanlah kebetulan. Itu adalah satu-satunya hasil yang mungkin terjadi.